Blog Archive

RSS

About Me

Foto saya
segalanya jadi indah saat datang tepat pada waktunya

FanFic #2

Prolog



“Sudah lama berpulang...Mian,”
Seorang wanita tengah berbicara pada seorang laki-laki, di tempat pemberhentian subway kota setempat, sambil mmebungkukkan badannya.
Lelaki dengan jas berwarna putih gading, yang ditemuinya beberapa jam yang lalu, ditempat yang berbeda tengah berbicara sambil matanya sesekali tak lepas memandangi keadaan sekitar, yang tak lain_tak ada siapa-siapa di sana.Selain mereka, dan seorang laki- laki muda penjaga pintu subway, yang kini tak mungkin jika ikut terlibat dalam percakapan mereka, karena telah terpekur beberapa kali dalam kantuknya.
Cuaca di kota seoul pada saat itu cukup menunjukkan berapa derajat celcius yang mesti dilalui oleh setiap orang yang sebagian belum terjaga dari aktivitas yang saat ini tengah dilakukankkanya.Termasuk pada tiga orang yang kini tersisa di pemberhetian subway express, sekalipun hari telah menunjukkan waktu yang tak begitu normal dilakukan pada orang kebanyakan.
“Sebagian kabar telah saya dengar setahun belakangan ini.Tapi, ada hal lain yang membuat saya tidak ingin mempercayainya”
“Kalau boleh saya tahu, perihal apa yang anda ketahui itu ?”
Lelaki dengan kacamata yang berbundar bulat, tampak mencoba untuk mencari tahu lebih dalam lagi perihal informasi yang mebuatnya sedikit bergairah untuk memahami semuanya.
“Untuk itulah saya meminta anda untuk datang ke sini.Saya yakin, sedikit banyak, saya bisa mendapatkan beberapa petunjuk dari anda”
Kembali wanita itu menghela nafas barang sejenak, mencoba menghimpun keberaniannya untuk mengutarakan apa yang selama ini ingin disampaikannya.
“Kalau anda rasa keberadaan saya dinilai membantu, apapun itu akan saya usahakan”
Lelaki itu membungkuk pelan, yang kemudian dibalas dengan hal yang serupa oleh wanita disebelahnya.
Hening untuk beberapa saat, lelaki itu tahu kalau saat ini sesuatu tengah coba dipersiapkan oleh wanita itu. Dan ia pun telah mempersiapkan semuanya, pada apa yang mungkin akan ditujukan padanya. Dan pastinya, sesuatu yang tak biasa.
“Anda_percaya pada apa yang namanya,reinkarnasi ?”
Dan benar saja, sesuatu yang tak biasa itu menjadi hantaman yang lumayan keras bagi indera pemikirannya.
“Bagaimana anda bisa menyakan hal tersebut ? alam bawah sadar seorang manusia sekalipun. Tetap tak mampu untuk memunculkannya. Jangan main-main terhadap apa yang anda katakan,nyonya”
Ada gurat tak puas pada wanita tersebut,ketika sedetik sebelumnya ia tak mendapatkan apa yang dimaunya dari lelaki yang membuang mukanya ke arah yang berlawanan.
“Katakan pada saya, seperti apa yang anda rasakan ketika kembali ke dimensi waktu lampau yang membuat anda yakin bahwa hal ini bukan hanya sekedar omongan bualan beberap orang saja ?!”
Wanita itu tetap memaksa dengan dorongan emotional yang kini mulai bagkit membuat lelaki itu kembali harus berpikir keras.
“Nyonya, anda harus paham betul konsekuensi yang anda tanggung dari perkataan yang baru saja anda lontarkan ?!”
Lelaki itu tak kalah sengit, membuat angin malam berhembus tak lagi terlalu dingin bagi mereka. Suasana makin menegang.
“Entah seperti apa pemikiran yang anda nilai terhadap saya
“Saya sudah mengetahuinya nyonya..Saya harap anda bisa memakluminya”
Lelaki yang kira berumur 50 tahun itu mulai mengerti ke arah mana dan kapan ia harus menyudahi obrolannya kali ini. Sudah berjam-jam mereka berada di situ, dalam beberapa pergantian orang yang berlalu lalang cepat.
Perempuan yang diajak berbicara itupun, dengan sweater woll yang mulai tampak terbias oleh udara malam yang kini telah berubah menjadi embun yang jika didiamkan akan berubah menjadi titik-titik kecil air yang mencair.
Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari waktu setempat.
“Saya tak bisa membantu banyak.Meskipun saya paham dengan kesulitan yang anda rasakan saat ini”
Perempuan itu tetap tak bisa memaksa.Bagaimanapun, pencariannya sejauh ini akan mebawa pada satu kepastian yang utuh ‘bahwa dia tak akan mampu menemukan apa yang dia cari selama ini”.
Dan subway malam itupun terasa tak begitu lampang baginya.Desahan napas berkabut meningkahi dinginnya udara malam, saat lelaki paruh baya itu memohon pamit meninggalkannya.
Semuanya sudah jelas....
*---

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar