CHAPTER 5
Ata tampak kesusahan dengan setumpuk buku yang baru saja dipinjamnya di perpustakaan utama lantai 3 kampus CoenHwa.Ia berjalan tergesa-gesa.Karena beberapa jam lagi,kelas akan segera usai.Dan itu artinya waktu untuk menyerahkan kartu tanda mahasiswanya sebagai jaminan untuknya minjam buku-buku kampus bakal segera habis,kalau aja dia telat dikit.Beberpa mahasiswa dari jurusan dan kelas berbeda tampak telah berjalan meninggalkan ruangan satu per satu.Dengan suara riuh,bikin ata menambah kecepatan langkahnya.
Seorang laki-laki yang baru saja keluar dari sebuah ruangan juga tampak melenggang berjalan.Dengan gaya santainya,sebuah topi pets yang dipasang miring,kaos putih santai,celana jeans tiga per empat,lengkap dengan mp4 player yang terpasang di telinganya,membuatnya semakin terlihat mahasiswa dari jurusan mana ia terlihat. Sebuah tas tangan berukuran besar,di bawanya dengan sebelah tangan di atas pundaknya.
Laki-laki itu berjalan berlawanan arah.Tidak sadar,kalau dari arah yang berlawanan pulah,setengah berlari seorang wanita tampak tergesa-gesa tanpa menoleh sedikitpun,dan akhirnya...
“Brakkk !!!”
Buku-buku terlempar.Begitu juga dengan tas yang disandangnya.Laki-laki itu terjatuh.
Begitu juga dengan wanita yang tak lain adalah ata,tampak meringis.Tubuhnya terjatuh ke belakang.Tangannya merasa sakit akibat menyangga agar tubuhnya tak terjatuh sepenuhnya.
“Lo kalo jalan,liat-liat donk.Gag tau apa,ada orang yang juga gunain nih jalan”
Ucap laki-laki itu sambil membersihkan siku serta celananya yang terkena debu,padahal sebenarnya gak terlalu kotor-kotor amat.
Ata mendongak ke atas.Mampus deh gue,dah nabrak nih orang.
“Duh,sorry-sorry..tadi gue buru-buru.sekali lagi maap” ujar ata sembari berdiri dan membungkukkan badannya.
Betapa kagetnya laki-laki itu,ketika melihat ata berdiri dan nunjukkin wajahnya.
Ini kan,cewek yang gue liat kemaren,batinnya.
Ata segera mengambil satu per satu bukunya yang berhamburan.Berikut tas milik laki-laki yang ditabraknya ini,yang sebagian isinya ikut keluar.
“Nih,tas lo.Gue minta maap.Gue jamin gak ada yang hilang,ato rusak” ucapnya sembari memberikannya pada laki-laki yang masih tampak bengong itu.
“Gue sekarang buru-buru.Jadi,kalo lo mau minta ganti rugi atau pertanggung jawaban ke gue,gak sekarang.”
Ucap ata sembari berlalu meninggalkan laki-laki itu.Sebenrnya ada hal lain yang ingin diucapkan laki-laki itu,tapi keburu ata udah cabut duluan.
“Hey tunggu bentar” teriaknya sambil melambaikan tangan ke arah ata,yang sudah berjalan beberapa langkah darinya.
Ata meoleh sesaat,sambil tetap berjalan.
“Gue anak sinematografi.lo bisa hubungin gue di sana” teriak ata dari kejauhan.
Terlambat,ata sudah menghilang dengan cepat begitu tiba di belokan.
Laki-laki itu menyaksikan kepergian ata.
Bisa jadi ia tak salah terka,
Tapi...oh,shit !. Ditatapnya nelangsa ke bwah lantai.Mp4nya rusak terinjak wanita yang menabraknya tadi.
---
Minho adalah teman terbaik ata,sekaligus orang korea yang menyenangkan yang pernah ditemuinya selain key.Sebelumnya,jauh-jauh hari,ata gak pernah nyangka bahwa dia akan punya sahabat dari beda negara,yang beda pula budaya dengan dirinya.Dan amazingnya lagi,both of them is an artist !.Kebayang donk,di indonesia aja,seumur-umur doski belum pernah ngobrol begitu dekat mpe curhat-curhat gitu ma salah satu artis di tempat kerjanya.Yang ada,ma nico alias nicholas saputra,artist tercakep indonesia versi ata,dan itupun Cuma bentar doang,and sekilas,waktu ata gak sengaja lewat depan nico,trus diberhentiin,gara-gara nico minta bantuan negecek script pas doi lagi proses reading di sebuah syuting film terbarunya.Dan anyway,itu berjalan tanpa sempat ata ditanyain who are you,girls...well,poor ata !
Dan sekarang,alamat mimpi dari mana,ata bisa ditakdirin ketemu ma dua makhluk,yang gag Cuma terkenal,cakep,empatif banget lagi.Sebenarnya,dua yang pertama_itu Cuma bonus doang.Gag tau kenapa,sebenarnya asli,ata lebih suka temenan sama orang-orang biasa aja,standar.Ya standar kehidupannya,atau standar cakepnya.Biar gag kena gossip.Kayak yang sekarang lagi terjadi neh.
Ceritanya gini,entah sejak kapan persisnya,seminggu terakhir ini deh kayaknya_ata denger desas desus,beberapa orang yang gag sengaja dilewatinnya,pas ata lagi jalan di salah satu pelataran kampusnya.Nah,mereka mungkin tahu lah ya,kalau ata emang bukan asli korea,dan tentu saja gak gitu terlalu gape banget nguasain percakapan korea,hingga bahasa-bahasa slanknya alias bahasa gaulnya anak metropolitan seoul.
Well,tapi fortunatelynya,mereka juga gag tahu,kalau sebenarnya ata yang sekarang udah beda banget ma ata yang dulu,yang gag bisa ngomong apa-apa,apa lagi baca hangul.Dan,next pada suatu sore,pas jam kuliah baru aja berakhir,dan ata lagi jalankeluar kelas,tiba-tiba...
“Eh,itu kan si nona indonesia itu...ternyata orangnya biasa banget ya”
Bisik seorang mahasiswa anak dari jurusan tetangga,Cuma ata gag tahu dari mana tepatnya tuh cewek bermata sipit khas orang korea asli berasal.Come on guys,lu peratiin dan garis bawahin kata “BIASA”.
“Apa gue bilang.Lo liat dan mikir sendiri.Gag habis pikir deh,kok bisa c sekeren dan sebeken key ma minho bisa deket ma tuh orang.Kalau gag ada something-somethingya”
Nah,kalau yang kali ini ngomong,okay lha secara phisicly lebih oke dibanding speaker pertama tadi.Dengan bola matanya yang gede,stereotip orang cakep versi korea.Hanya saja,ata yakin banget,kalau bentuk matanya itu pasti hasil dari make over pisau bedah.Alias oplas,a.ka operasi plastik,seperti yang santer terjadi ma orang-orang korea hampir kebanyakan.
“Lo pada liat aja sendiri.Dia aja gag ngeh dengan omongan kita sekarang.Itu artinya,tuh anak bego banget kan ??Kita kata-katain apa aja,dia gak bakal marah kok.Hahahaha”
Yang ini pembicara ketiga,dan dibanding kedua orang lainnya,yang ketiga inilah,bikin ata ngeh,kalau ternyata dirinya lah yang dimaksud dalam pembicaraan itu,akibat saking gedenya tuh suaranya.Bikin kedua temennya sempat bilang “ssttt...”,coz orang-orang sekitar mereka,yang ngerti bahasa korea,dan kebetulan lagi jalan di sekitar situ,pada noleh ke mereka.Termasuk ata.
Well,dengar semua itu,ata ngerasa dilema banget.Di satu sisi,at least ata ngerasa bersyukur banget,ketemu ma hyo ri,dan udah diajarin buat berbahasa korea dengan cepat dan mudah,alhasil baru satu minggu memulai les privat bahasanya bareng lee hyo ri,ata udah sedikit banyak bisa ngerti orang-orang pada lagi ngomongin apa,meskipun masih perlu bawa kamus ke mana-mana.Bersyukur banget.
But di sisi lain,ata jadi ngeras sadar,dan dapat sebuah kesimpulan bahwa mau di indonesia,mau di korea kek,yang namanya orang syirik itu,tetap ada aja!.Nobody’s perfect,guys.Para hanguk-hanguk itu pun,ternyata masih juga suka yang namanya nge-gossip.Padahal,seandainya mereka tahu,proses kenalnya ata bisa ketemu ma dua bujug bunek dunia entertaint korea itu pun,gag lantas terjadi gitu aja!. Perlu yang namanya,salah masuk lokasi syuting orang lha,dimarahin ma stutradara pas pertama kali nginjakkin kaki di korea,mpe harus begadang ngbrol bedua depan pintu gedung administrasi CoenHwa,padahal waktu itu ata belum kenal seorang key !Yang bisa aja,key berubah jadi orang jahat yang ketemu mangsa di tengah malam-malam buta.Everthing be possible,kan guys ??.
Oke,whatever itu,yang jelas,ata gag seperti yang dua amoi-amoi itu ucapin.Apalagi kalau sampai yang dimaksud sama mereka “something-something” itu adalah ata pake guna-guna,or ata maen pelet wat deket ma key dan minho,itu SALAH BESAR ! Big Mistake !.Kenapa coba,mpe jauh-jauh sampe korea,sekalian aja ke hollywood gitu,peletin si ruppert grint,demenannya ata yang maen di serial harrpott itu.
Benar-benar gag habis pikir.That’s way juga,kenapa pas denger itu ata gak nangis atau mencak-mencak gitu aja.Karena,who cares...gag ada pentongnya juga wat doski nyari sensasi di kampus CoenHwa,yang kesemuanya adalah para pelaku seni,seniman...yang notabene pada cuek-cuek itu,sa bodo teuing ma hal-hal yang bagi mereka gag penting wat diurusin itu.Dan ata,sedikit banyak juga punya paham kayak gitu.Titik.
So,simple kan ?
Anyway,tapi setidaknya,sekarang,bagaimanapun sebagai orang yang sekarang ada di lingkaran kehidupannya key dan minho,sedikit banyak, ata mesti sadar diri juga akan kehadiran para fans-fans fanatiknya mereka,yang bisa saja bersikap possesif atau kalau gak antipatif ma siapa saja yang dirasa bakal ngeganti posisi mereka sebagai “cewek” nya shinee.
...
“kamu mau ini ?”
Tawar minho sambil menyerahkan sebuah kaleng minuman bersoda di suatu petang,pas minho ngajak ata ke sebuah jembatan di pusat kota seoul,yang kalau malam indah banget dengan lampu-lampu penerang jalannya.
“Halal gak ?” tanya ata penuh selidik.
Minho tertawa.Di putar-putarnya kaleng bergambar buah apel,yang baru saja di belinya di sebuah mini market,sepulangnya dari lokasi syuting tadi sore.Entah apa maksudnya melakukan hal yang barusan.
“Gag ada tulisan babi atau alkoholnya tuh”
Jawab minho sekenanya.Membuat ata,tanpa pikir panjang lagi_karena emang udah ngerasa haus banget,langsung merebut minuman kaleng dari tangan minho,meskipun matanya gag bisa lepas dari minho,memastikan kalau gak ada sesuatu yang mencurigakan dari ucapannya barusan.
Kali ini minho milih untuk Cuma tersenyum.Untuk selanjutnya mengacak pelan kepala ata,bikin rambut ata jadi semakin terlihat kusut.
“Ya aku tahulah kamu seorang muslim,yang sedikit aware ma hal-hal kayak gini”
Jelasnya,bikin ata jadi ngerasa gag enak udah bersikap kayak barusan.
Ata menenggak habis semua isi minuman kaleng itu.Dan untuk selanjutnya menyimpan sisa kalengnya ke dalam tas ranselnya.
“Kamu nyimpan kaleng itu buat kenang-kenangan ya ? sebagai tanda kalau pernah dikasih minum ma minho shinee ??” minho bertanya ke ata dengan tampang setengah serius,tapi di mata ata udah kelihatan serius banget.Abiz,yang ngomong barusan seorang minho,yang kesehariannya “autis” banget itu.
Ata diam.Tapi kemudian dia sadar,apa sebenarnya yang minho maksud begitu detik sebelumnya,minho ketawa ngakak,gak kayak biasanya.
“Sialan lo.Ya gak la...Gini-gini,meski datang dari negara di mana membuang sampah itu adalah sebuah kebiasaan addicted,gak lantas bikin gue nerapin hal yang sama di tempat orang tau” kilah ata cuek.Baginya,temenan ma orang-orang “jaim” korea ini,udah gak mempan lagi wat ata milih jadi jaim juga.
“Bisa kena denda gue”lanjutnya,bikin minho jadi mikir “iya” juga ya.
Minho menarik nafasnya pelan.Baru kali ini dia ngerasa ketemu cewek yang cueknya minta ampun.Kebanyakan,dari wanita-wanita yang ditemuinya,adalah tipikal yang irit sikap dan omongan.Yang justru bikin dia gak betah berlama-lama ngobrol ma mereka.
“Kamu gak kangen ma keluargamu di indonesia ?” tanya minho tiba-tiba.
Ata menoleh ke minho.Dan kemudian mengalihkan pandangannya jauh ke depan.
Kota seoul pada kali itu terlihat sedikit lapang bagi ata.Dengan siluet sunset yang membelah kota eksotis itu dengan sebegitu indahnya.Seoul adalah impiannya sejak dulu,selain tokyo dan london.Kota metropolitan yang sistem perkotaannya bagus banget.Ata jadi ingat dengan kuliah sarjananya di bidang perencanaan kota yang dua tahun lalu ditamatkannya.Dan membuat nama belakangnya jadi sedikit lebih panjang,oshie atami, ST.
“Kenapa lo tiba-tiba nanya kayak tadi ?” tanya balik ata,yang sebenarnya bukan itu jawaban yang di ingin sampaikan.
“Gak apa-apa,Cuma pengen nanya aja.Kadang,aku jadi mikir,masa c perempuan kayak kamu,yang milih untuk jauh-jauh menuntut ilmu ke korea,jauh dari sanak keluarga,sendirian pula..gak ngerasa homesick sama sekali.Ya..meskipun,aku tahu,kamu beda kayak cewek kebanyakan.Hal kayak gini mungkin bukan baru pertama kali kamu rasain”jelas minho,sambil ikut-ikutan mandang jauh ke depan.Cuma bedanya,sebenarnya minho gak lagi ngelihat ke mana-mana.Cuma ke sebuah titik di langit luas,yang menarik sudut matanya.
Ata menarik nafasnya perlahan.Minho memang benar,hal yang kayak gini memang bukan sebuah barang baru baginya.Tapi ata tetaplah ata,seorang manusia biasa yang pasti punya hati.Ngerasain yang namanya kangen dan sedih karena gak bisa tinggal ma keluarga.
“Justru karena gue normal itulah,gue sama kayak yang laennya,bro.Gue pasti homesick juga.Tiap ngelangkahin satu langkah kaki ninggalin rumah aja,gue pasti nyesak.Malam sebelum keberangkatan ke korea,gue nangis meluk nyokap gue yang lagi tidur,saking gak pengennya sebenarnya gue kayak gini.Jujur,kalau boleh milih...gue pengen hidup bareng orang-orang yang gue sayangin,tanpa harus ninggalin mereka,dan melanglang ke mana-mana”
Jelas ata panjang lebar,untuk sesaat mengatur nafasnya,agar gak terdengar bahwa sebegitu rapuhnya dia kalau lagi ngomongin hal yang kayak gini.
“tapi inilah hidup gue,bro...”
Kali ini ata ngucapinnya lirih.justru jeda sesaat tadi,buka kesempatan wat sisi melankolisnya menguasainya.
“Gue gak bisa ngegugat yang di Atas atas jalan hidup yang udah digarisin ke gue...Gue gak punya hak atas itu”
Ucap ata pelan.Ada sedikit “bola besar” dalam hatinya yang terasa mencair.Belum pernah sekalipun,selama di korea,ata numpahin perasaannya kayak barusan.Terlebih pada seseorang yang jelas sebelumnya adalah makhluk baru dalam kehidupannya.
Minho sebenarnya bisa merasakan itu.Dia jadi mikir,apakah yang barusan dia tanyakan adalah hal yang tepat.Diam-diam,minho jadi punya rasa bersalah karena udah nanya pertanyaan tadi ke ata.
“Tapi,gue yakin...apapun yang Tuhan takdirkan,semuany pasti ada pelajaran hidup yang bisa gue ambil.Kalau gak kayak gini,selamanya gue pasti tetap jadi cewek cengeng,yang bisanya Cuma berada di bawah ketiak nyokapnya”
“Kalau gak pergi merantau,hingga korea...selamanya gue gak gak bakalan tahu gimana sayangnya orang tua sebenarnya ke gue”
Ata kembali diam sejenak.
“dan satu hal yang lebih penting lagi..kalau gak mpe sejauh ini,ada orang yang nanyain gue gimana rasanya jauh dari keluarga,perhaps..gue mungkin gak bisa sadar-sadar,betapa ternyata di dunia ini ternyata masih ada orang yang care ma gue,dengan segala keingintahuannya dia yang gak jelas banget itu..”
Ucapa ata,diiuti pandangan minho.Ata nyengir lebar.Ia tahu,kata yang barusan tentu sebenarnya gak serius di ucapkan.
Minho lagi-lagi mengacak rambut ata secepat yang dia bisa,seraya terseyum,dengan sebegitu manisnya.Dan selanjutnya,refleks mendekap tubuh ata,dan membenamkan kepala ata ke atas pundaknya.Bikin ata kaget setengah mati.Untuk selanjutnya,gak bisa ngomong apa-apa lagi.Dan milih untuk pura-pura tidur,daripada minho tahu kalau dia sekarang tengah mati langkah.
Untuk pertama kalinya,seumur hidup ata dipeluk cowok !.God ??
“Ta,kamu tidur ??”
“Gak,gue Cuma mati suri doang,gara tangan lo yang kenceng banget,bikin gue gag bisa nafas”
...
Ata pengen nangis.Gag tau,gak ada hujan,gag ada angin,apalagi petir,ata ngerasa untuk hari ini dia jadi sensi banget,sensitif untuk hal-hal yang bisa bangkitin jiwa melankolisnya.Apa mungkin,karena sore tadi dia biz ngobrol ma minho,dan kebetulan ngebahas tentang rumah.Ata ingat indonesia,ata kepikiran ma rumah,ma keluarga,dan khususnya ma ibunya.Sudah sejak lama dia gag ma ibunya,wanita yang kerap banget bikin ata ngeluarin air mata,serta sebaliknya.Ata adalah anak bungsu,dia punya kakak,laki-laki ma cewek.Dua-duanya udah bikin orang tua ata bangga,dengan ngejalanin tiap hal yang ortu mereka garisin,termasuk untuk menetap di tanah kelahiran,bangka belitung,selepas menamatkan kuliah.Tapi gag ma ata, ata milih untuk gak ngejalanin pakem itu.Ata tahu,keputusannya adalah keputusan yang jelas bikin ortunya kecewa,terlebih nyokapnya.Ada pertimbangan lain yang bikin ata ngambil keputusan itu.Tapi ata yakin dengan keputusannya.Meski ata harus nerima kenyataan,bahwa dia jelas gag punya waktu hidup ma ortunya sebanyak yang sebenarnya dia inginkan,seperti yang dulu dia jalani ketika masih kecil.Dalam lubuk hati yang paling dalam,jujur ata gag pengen kayak gini.Tapi pertimbangan penting itu harus ia jalani.
Dan sebagai manusia,ata jelas punya hati.Terkadang,keyakinan itu berkurang,berfluktuasi tergantung di mana kondisi hati seorang ata berada.Seperti saat ini,jujur saja,ata pengen nangis.Ata gag nyalahin minho kenapa tiba-tiba saja dia jadi ngebahas hal yang bagi ata sangat sensitif itu.Mungkin,hari ini Tuhan pengen ata ngerasain hal ini.
Ata menyeka air matanya yang perlahan mengambang di sudut matanya.Ata berusaha untuk gag nangis,seperti yang selalu diucapkan ibunya setiap ata pengen nangis waktu pamitan di bandara,ninggalin mereka semua,orang yag selama ini menjadi motivatornya,yang selalu menyokongnya kemanapun dia pergi,sebagaimanapun seorang ata berada.
Kadang ata mikir,apa perasaan ini ada sebagai efek serta luapan dari jiwa melankolisnya.Perasaannya,kerap terasah dan diasah.Tapi karena itu juga ata bisa seperti ini,bisa menemukan kelebihannya.Kelebihan menulisnya.
Kembali,ata mengenang setiap detik beberapa waktu yang ke belakang.Beberapa tahun silam.Saat dia lagi punya waktu dan kesempatan bersama keluarganya.Saat semuanya utuh.Waktu itu,belum ada satu kakaknya pun yang keluar dari rumah untuk pergi ke kota lain,merantau,menimba ilmu.Pernah,ketika pertama kalinya,kakak tertuanya pergi ke jogja untuk melanjutkan sekolah,sehari sebelumnya,ata nangis.Waktu itu ata masih esempe.Pikiran ata,bahwa hari itu bisa jadi hari terakhir untuk mereka,berkumpul lengkap.Karena setelah hari itu,tak kan ada lagi kebersamaan ini.Dan benar saja,justru sekarang hal ini terjadi kepadanya.Ia lah orang yang menjadi ketidaklengkapan itu.Ata lah potogan puzzle keluarganya yang tak pernah ada,dan mungkin saja tak kan melengkapinya.Terkadang imaginasi ata,seandainya saja ia punya lorong waktu.Dia pengen kembali ke saat-saat dulu ia masih kecil.Makan malam bersama,nonton teve bareng,cerita-cerita kalau lagi pas mati lampu,meskipun kadang ada pertengkaran di sana.Memang benar,kalau seseorang akan merasakan arti sebuah kebersamaan,ketika telah merasakan dan menemui sebuah perpisahan.Dulu,ata benar-benar nyesel,ketika masih di rumah,dia kerap bertengkar pada ibunya.Watak ia dan ibunya sama,termasuk sama-sama keras.Dan bodohnya ata,dulu dia punya keinginan untuk secepat mungkin meninggalkan rumah,hingga ia berdoa setiap sujudnya agar ia bisa masuk ke sekolah unggulan di tempatnya yang mengharuskan siswanya untuk menetap di asrama.Ata memang terpilih,doanya terkabul.Tapi justru hal itu jadi sebuah keputusan yang sekarang jadi ata sesalkan.Kenapa dulu dia punya pikiran sedangkal itu.Tpi,toh semua sudah jadi bubur.Mungkin,lagi-lagi,semua itu adalah jalan hidup yang digariskan Tuhan padanya.Dan sperti yang juga ata katakan pada minho tadi sore,bahwa dia gag punya hak pada tiap keputusan itu.Ata benar-benar merasa rapuh saat ini...
...
“Ta,lo nangis ?”
Key tiba-tiba aja muncul dari arah belakang ,bikin ata nyaris terlonjak,karena dia bisa mastiin bahwa di tempat itu,taman belakang kampus CoenHwa dia sendirian.Gag ada siapa-siapa,kelas sudah pada bubar sekalipun kelas malam.Taman kampus belakang jadi tempat favourite ata sekarang.
Ata menggeleng.Karena emang ata gag nangis,lebih tepatnya gag ngeluarin air mata,meskipun dia tadi tersedu-sedan.Tapi dicobanya untuk gag ngeluarin air mata.
“Kok,pas gue lewat deket sini tadi,gue denger malah kayak ada orang lagi nangis.Gue yakin itu elo,makanya gue langsung ke sini.Dan ternyata emang benar”
Ucap key,sembari berjalan,duduk disebelah ata.Ata narik nafas lega.Karena untung pas banget yang lagi lewat itu key.Bukan orang lain.Bisa bikin orang takut setengah mati tuh,dengar malam-malam gini ada suara tangisan di taman belakang kampus.
“Gue lagi gag nangis kok,Cuma...Cuma lagi ngegumam aja”ngeles ata.Jelas banget dia ngarang cerita.
“Trus,ngapain malam-malam gini sendirian di sini ?” tanya key tanpa menimpali jawaban ata barusan.Key terlihat sangat casual malam ini.Baru kali ini ata liat key ke kampus Cuma pake sandal ma celana pendek selutut,itupun ditambah dengan atasan yang Cuma jamper doank.Gag tahu,bagi ata justru key keliatan sedikit lebih good looking malah.
“Nah lo sendiri,ngapain juga ke sini ? Lagi gag manggung apa ?” ata nanya balik.Ata niup matanya perlahan,agar air matanya yang udah ketahan,benar-benar ke bendung.Gag jadi bikin hujan.gag lucu banget,kalau pas key datang,eh malah ata nangis.Dikira ntar malah ata terharu atas kedatangan key yang biasanya narsis abiz.Ih,gag banget d,pikir ata.
“Gue lagi nyari lo”
Jawab key pendek,sambil melirik ke kanan ma kiri, yang ata tahu kalau itu jadi codenya key kali aja ada paparazi usil di sekeliling mereka,yang lagi ngikutin dia.Wajar...artis.
“Nyariin gue ? ngapain ?”ata mendelik,lebih tepatnya karena kaget atas jawaban singkat dari key barusan.
“Yoi.Tadi pas lagi di jalan,gue ketemu minho.Dia bilang dia abiz ketemu lo gitu.Trus gue tanya nah lo nya sekarang lagi di mana,karena kebetulan gue lagi nyariin lo bedua.Minho jawab,kalo lo udah dianter pulang gitu.Ya udah,gue samperin deh ke flat.Eh,gag ada”
“Nyariin kita bedua ?? Ada urusan penting apa c ?” tanya ata lagi.Ata membetulkan letak syalnya.Udara kota seoul emang lagi dingin-dinginnya.Bagi ata,kalau yang dah biasa kayak key c,cuaca gini malah gag terbilang biasa-biasa aja.
“Gue mau ngajak lo bedua jalan.Tapi tadi,minhonya gag bisa.Malam ini dia ada off air di sukira.Jadi yawdah Cuma lo aja.Gue lagi kosong neh.Sumpek ketemu ma management mulu.Mau pulang ke rumah,lagi males”
Key mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.Untuk selanjutnya memencet beberapa tombol ponselnya,dan terdengar bunyi tutts.Non aktif.
“Yawdah,cabut yuk.Lo lagi gag punya kepentingan urgent kan lama-lama di sini ?” tanya key sambil beranjak bangkit dari tempat duduk.
Ata mikir sejenak.Key emang datang di saat yang tepat c.Meskipun jujur,suasana hati ata sebenarnya lagi pengen sendiri aja.Tapi,kayaknya itu bukan keputusan yang tepat d,mengingat juga,jarang-jarang seorang key bisa punya waktu seluang ini.Apalagi waktu luangnya yang terbilang langka itu,justru malah pengen dishare ke seorang ata.
“Okelah.” Jawab ata pendek,sambil beranjak bangkit.
...
Kota seoul terlihat cantik di kala malam.Dari kejauhan bisa dilihat gemerlap lampu-lampu penerang jalan yang berkilauan.Menimpa tiap-tiap bangunan,serta pekatnya malam.bahkan menjadi laksana cahaya bintang tersendiri,cahaya dari langit aja terasa kalah terang.
Pelataran tempat pejalan kaki,terlihat meriah di kala ini.Tampak beberapa pedagang,istilahnya kayak pedagang kaki lima,Cuma jangan disangka pedagang kaki lima di korea kayak lapaknya di indonesia.Coz kalau yang disini,itu lebih tertata rapi,dan jelas gak berkesan kumuh kayak di indonesia.
Beberapa orang lagi berjalan-jalan menyusuri pinggir jalan.Beberapa adalah pegawai kantoran yang baru aja pulang kerja,beberap lagi karena memang pengen niat jalan kaki nikmati malam di sepanjang pusat keramaian kota seoul.
Gitu juga dengan ata dan key.Mereka pun lagi ngelakuin hal yang sama,Cuma bedanya mereka milih nyusurin tiap ruas jalan kota seoul dengan bersepeda motor.Key bawa motor sportinya yang jarang digunain.Ata pernah lihat sekali,pas key pagi-pagi datang ke flatnya buat ngajak ata jogging.
Kalo di indonesia,ata emang lebih banyak ngabisin perjalanan dengan motor,tapi gak pernah sekalipun pake motor gede,khas para cowok-cowok gitu.Karena selain motor tersebut biasanya ditemui ata Cuma sebagai properti buat syuting,trus hal laen lagi,meskipun terkesan sedikit aneh adalah karena memang gag ada cowok-cowok keren yang nawarin ata naek di mogenya.Kan biasany,yang naek motor gini kebanyakan cowok-cowok tajir,keren,dan gaul.Dan cewek yang layak untuk duduk di jok belakang lain tidak hanyalah cewek-cewek cakep yang punya body seksi.Dan itu,jelas BUKAN seorang ata.
Hihihi,ata jadi geli sendiri,bayangin betapa sangat anehnya jalan hidupnya ini.Now,yang boncenginnya gag Cuma sekedar cowok tajir,cakep,gaul,but..more than it,seorang cowok terkenal di seantero jagat raya korea!.
Tapi ini bukan jadi alasan pertama kenapa dia mau temenan ma key.Garis bawahi ya.
Sepanjang jalan,key gak henti hentinya cerita kalau dia lagi sebel banget ma managementnya yang gag ngebolehin dia buat ambil rehat di bulan ini.Alias gag boleh liburan,dan break kerja.Keterlaluan banget kan ?.Ata jadi mikir,ternyata jadi artis it gag selamanya enak.Dia emang udah lama tahu akan kenyataan seperti ini,tapi baru kali ini hal tersebut dia dengar langsung dari artisnya sendiri.Biasanya kan ata Cuma ngurusin bagian teknis pelaksanaan syutingnya doang.Selebihnya,diluar jangkuan wilayah kerjanya.
Selain itu,diam-diam ata jadi ngerasa kasian juga ma key.Duh,betapa ternyata gag Cuma ata doank yang punya masalah.Tiap orang yang hidup di dunia ini pun,siapapun dia pasti punya masalah.Wajar banget.
Dengar key curhat gitu,ata jelas berusaha untuk ngasih empati terbaik.Bukan sebuah saran yang menggurui.Karena ata tahu,kalau terkadang cowok kalau lagi cerita itu,bukan berarti dia mau cari solusi.Bahkan,ada beberapa cowok yang malah gag minta solusi.Tapi lebih kepada sebuah pengertian atas masalahnya.Makanya,sesekali ata memilih untuk diam mendengarkan,sekalian memang karena ata lagi worry-worrynya,coz key ngendarain motornya agak sedikit ngebut.
Dari jok belakang,ata nengadahin kepalanya ke atas.Memandang hamparan langit luas bertabur bintang.Entah kenapa kali itu beban di hatinya terasa sedikit terangkat.
...
About Me
FanFic #7
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar