CHAPTER 3
Taksi bernomor polisi menderit mengehentikan pedal gasnya dengan tiba-tiba di depan sebuah gedung berlantai dua dengan arsitektur bergaya roma dengan pilar-pilar besar di depannya.Lengkap dengan air mancur yang keluar dari tepi-tepi kolam serta dari patung utama berbentuk sebuah ikan yang tergambar seolah mengeluarkan air dari arah dalam mulutnya.
Setelah membayar beberapa won untuk sebuah perjalanan yang terbilang jauh,karena tanpa disadari atami jelas tidak memiliki gambaran sama sekali di mana letak asrama bertuliskan CoenHwa Art Institute,tempat di mana nantinya atami akan memperdalam ilmu seninya selama 2 tahun ke depan., atami pun menoleh,dan mendapati bahwa memang benar tempat yang ditujunya adlah bangunan persis di mana taxi yang ditumpanginya dipaksa untuk menginjak rem mendadak begitu dibacanya tulisan di gerbang masuk area yang dipenuhi beberapa lampu penerang jalan ini.Membuat bapak tua pengemudi taxi terbatuk-batuk saking kegetnya melakukan sesuatu dalam waktu tersingkat yang pernah dilakukannya,untuk selanjutnya,yang atami dengar menggumamkan sesuatu dalam bahasa lokal.Jelas atami tidak terlalu bisa menangkap maksudnya.
CoenHwa Art Institute merupakan institusi pendidikan tersohor di seantero kota metropolitan Seoul,yang artinya juga merupakan terbesar di jagat raya korea selatan.Tempat berkumpulnya seluruh seniman terbaik baik lokal maupun luar,di mana uang bukanlah jaminan utama di mana kau mampu lolos dan mendapatkan satu bangku tanpa satu usaha serta kemampuan di atas skala MAHIR.Jadi wajar saja,dari sekian beribu pendaftar,hanya dalam hitungan dua puluh jari untuk satu department minat yang ingin kau masuki.Dan atami,adalah salah satu dari sekian puluh ribu mahasiswa asing yang memiliki keberuntungan dan kemampuan untuk menimba ilmu di negeri dinasty han tersebut.
Terletak sekian mil dari pusat kota seoul,merupakan satu dari sedikit kawasan tak padat hunian,yang sengaja dipilih sebagai kawasan paling kondusif untuk menimba ilmu,terlebih bagi para calon seniman dunia yang notabene memerlukan ruang gerak bebas untuk mengekspresikan jiwa seninya.
Atami mendorong keluar pintu taxi bercat kuning.Jam menunjukkan pukul sepuluh malam,setengah jam dari saat terakhir meninggalkan bandara incheon.
Dan betapa terpukaunya atami dengan apa yang dilihatnya kali ini.Hamparan gedung megah dan artistik bergaya klasik dan semi modern tampak berdiri kokoh menyambut kedatangan pertamanya di sekolah barunya.Atami mengelus dadanya.Ia tahu,inilah buah kerja kerasnya selama ini,apa yang selama ini tak hanya menjadi sebuah mimpi belaka saja.CoenHwa Art Institute...
Ada sedikit keharuan ketika menyaksikan tulisan besar di pilar utama gedung yang berada di depan pandangan matanya ini.
Sementara bapak tua tampak sibuk mengeluarkan tumpukan kardus dan koper bawaan atami dari dalam bagasi belakang.Ada kira-kira 4 hingga 5 buah.Begitu tahu,tanpa pikir panjang atami segerea menambah biaya antar taxi sebagai tip untuk bapak tua yang telah bersusah payah mengangkat berikut mengeluarkan barang bawaannya yang membutuhkan energy ekstra.
Begitu taxi berlalu meninggalkannya,atami kerepotan.Jelas saja,ia tak memiliki siapapun untuk dihubungi dan dimintai bantuan di sini.
Tak ada seseorang yang terlihat atau dilihat sama sekali.Wajar saja,jam segini bukan lagi jam belajar yang efektif untuk tiap mahasiswa masih berada di ruang kelas.
Tapi,hey...tunggu dulu !.Seseorang tampak mondar-mandir di depan sebuah pintu.Tanpa pikir panjang bergegas atami menghampirinya.
...
Key menatap pintu besar di hadapannya.Sesorang baru saja menguncinya beberapa saat sebelum keterlambatannya menginjakkan kaki di gerbang utama sekolah seni yang dipilihnya.
“Bagaimana bisa masuk ke dalam sini kalau pintunya saja terkunci ??” key bertanya gusar,tidak pada siapa-siapa,melainkan pada dirinya sendiri.
Key tahu,dia baru saja telat beberapa menit.Dan sedikit memiliki penyesalan atas keterlambatannya bergerak menuju tempat ini.Coba saja tadi ia meminta supir pribadinya untuk bergerak cepat dari pulau jeju,tempat di mana ia menghabiskan liburannya seorang diri.Tanpa memberi tahu anggota shinee lainnya.
Dicobanya untuk menekan tombol sebuah kontak nama di dalam ponselnya.Tapi berkali-kali pula panggilan gagal.
Tidak pada manager pribadinya,ataupun beberpa orang yang memiliki kewajiban untuk mengurus semua hal ini.
“Hey,kau terlambat masuk juga ?” seorang wanita yang tampak terseok-seok menganggkut baarang bawaan bergerak menuju ke arahnya.Key menatap wanita itu.Sama seperti dirinya,key mengambil kesimpulan tidak mungkin wanita ini adalah sekian dari mahasiswa lama atau orang dalam yang bekerja di sekolah ini.
“Ya.anda siapa ?”
Wanita yang tak lain adalah atami yang sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya dari kejauhan lebih dahulu memilih untuk mengulurkan tangannya.
“kau sendiri pastilah bukan orang korea ?” tanyanya begitu menyadari cara atami memperkenalkan diri dengan tanpa membungkukkan badannya terlebih dahulu.
“ups,sorry” tahu begitu,atami segera membungkukkan badannya seraya mengucapkan anyyong.
“Sebenarnya bukan itu maksudku.Tapi well,,kau juga mahasiswa baru yang terlambat sama sepertiku bukan ?”
Tanya key setelah membalas mengucapkan salamnya.
Atami mengangguk.Lagi-lagi dia merasa dejavu.Sepertinya dia mengenali laki-laki kebingungan ini.
“Pesawatku terlambat.Ada sedikit masalah dalam penerbangan.Nah,kau sendiri ?”
Atami tersenyum pelan,mengingat akan jawaban sebenarnya yang terjadi mengapa keterlambatan ini bisa terjadi.
“Penerbangan pertamaku tiba satu jam yang lalu.Aku tidak terlalu tahu bagaimana mencapai kawasan ini.ini perjalanan pertamaku ke korea”
“Oh ya ? Ngomong-ngomong,dari mana kau berasal ?Dari wajahmu,aku tahu kau tentu bukan orang korea,kan ?”
“Tepat.Aku datang dari negeri yang jauh dari tenggara sana.Kau tahu indonesia ?”
Mendengar pertanyaan itu,key tertawa kecil dalam hati,Bagaimana ia bisa tidak tahu,indonesia merupakan salah satu dari ladang kerja emasnya.Beberpa show,tour promo luar negeri,serta concert sering digelar oleh managementnya di sana.Tapi hey,bagaimana bisa wanita ini tidak mengenali dirinya,seperti kebanyakan orang di luar artist yang bertemu dengan dirinya.Itu juga menjadi salah satu pertimbangan mengapa key memilih untuk masuk ke sekolah ini di jam-jam tak sibuk.Menghindari liputan media massa kebanyakan,yang akan mempertanyakan keputusannya untuk mengambil keputusan melanjutkan sekolahnya di sekolah seni bergengsi bagi para pelaku seni negeri korea.
“Course,Kenalkan..aku,kim ki bum.Panggil saja aku ki.Kau sendiri ?”
Barulah kemudian uluran tangan dari key memulai perkenalan perdana mereka di sekolah coenhwa.
Atami tergelak sesaat membuat key sedikit bertanya-tanya dalam hatinya.Apakah sedikit demi sedikit wanita itu mengetahu siapa sebenarnya seorang key ?
“Yayaya....aku mulai sadar..”
Atami tergelak.Membuat key semakin terlihat keheranan.Dan merasakan guncangan tangan dari wanita yang berada di depannya ini semakin kencang.Mungkinkah ?
“Ternyata benar.,kau adalah sekian dari banyak orang korea yang bermarga kim yang kutemui.Sebagai komunitas marga terbesar di negeri ini bukan ?? Namamu begitu familiar...Hahaha”
Key tak mampu menyembunyikan rasa shockednya.Untunglah,wanita ini ternyata tidak mengetahui identitas asli seorang key.
“Owh ya.Kau benar ? Jadi hal yang wajar jika kau merasa pernah mengenal ada laki-laki lain yang bernama persis sepertiku”
Key memilih untuk ikut-ikutan tergelak,menyembunyikan ekspresi terkejutnya agar wanita ini tidak menyadari keanehan apa yang baru saja terjadi.
“Kenalkan,aku atami.oshie atami,terserah bagaimana kau akan memanggilku.Tapi kebanyakan,baik teman atau keluargaku memanggilku dengan sebutan oshie.Tapi aku sendiri lebih suka dipanggil atami.Its not my last name,really”
Atami menjelaskan dalam satu tarikan nafas,membuat key terkaget-kaget.Wanita yang aneh...pikirnya,
Dan selanjutnya obrolan pun berjalan.Atami lebih banyak mendominasi percakapan.Itu tak lain bagaimana key lebih banyak mengajukan pertanyaan perihal dirinya,sementara atami sendiri merasa betapa excitednya menjawab semua pertanyaan dari orang asing yang ingin mengenal negeranya lebih menarik dibandingkan dirinya sendiri.
Bagi key,selain karena memang tak ada hal lain yang lebih baik untuk diobrolkan,dibandingkan jika wanita ini bertanya lebih banyak tentang dirinya,yang pasti akan membuat identitasnya semakin terbuka jelas.Dan ini tentu saja akan menjadi sebuah ‘ancaman’ jika hal ini sampai terjadi.
Tanpa mereka sadari,dari kejauhan,dari arah dalam sebuah mobil metalik hitam,seseorang tengah menyorotkan sebuah fokus kamera,dengan beberapa jepretan.Lampu blitz terakhirpun menyala,sampai detik berikutnya,mobil itupun berjalan menjauh meninggalkan kawasan sekolah coenhwa yang semakin tampak lenggang.
...
About Me
FanFic #5
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar