Blog Archive

RSS

About Me

Foto saya
segalanya jadi indah saat datang tepat pada waktunya

FanFic #4

CHAPTER 2



Pesawat dengan nomor KE628 dari jakarta mendarat mulus di landasan udara Incheon International Airport dengan maskapai Korean Airlines.Waktu setempat menunjukkan pukul 9 malam,dengan temperatur udara berkisar antara 6 hingga 15 derajat celcius.Tidak terlalu dingin bagi siapa saja penumpang yang baru pertama kali ini menginjakkan kaki di ranah negeri ginseng yang notabene beriklim empat musim.
Lampu pemasangan seatbelt baru saja di matikan yang menandakan berakhirnya penerbangan yang ditempuh dalam kisaran waktu 7 jam tersebut.Satu persatu,berbarengan dengan ucapan termikasih dari pramugari pesawat yang tetap mecoba untuk menarik garis bibirnya meskipun kelelahan meliputi mereka,penumpang berlalu.Menarik dan mengeluarkan sesuatu dari dalam bagasi atas.Hanya ada beberapa yang masih tetap berada di kursi,menunggu beberapa saat untuk kemudian melanjutkan penerbangan lokal ke tempat lain.
Atami berrusaha sekuat tenaga mengangkat travelbagnya yang lumayan besar.No bagation untuk peralatan sehari-harinya,kecuali buku-bukunya yang sengaja dimasukkan ke dalam tas koper dan berdus-dus kardus.Pertimbangan ini dlakukan karena tidak sedikit waktu yang diperlukannya untuk bisa membaca buku dalam hangul.Yang artinya,jika datang dan belajar di korea,jika dia tak mencari literartur ilmu sama sekali begitu perkuliahannya dimulai,tentu akan ketinggalan jauh.Dan atami,berusaha untuk mengantisipasinya dengan membeli buku-buku terkait sewaktu masih berada di indonesia kemarin.
“Any help,miss ?”
Seorang pramugara telah berdiri manis di samping atami,begitu tahu bahwa untuk usaha kesekian,tetap saja atami terlihat kesulitan dan gagal mengeluarkannya.
Atami mengangguk.
“Yes,please.Kamsahamnida..”
Dan benar saja,hanya dalam sekali tarikan,backpack berukuran ¾ tubuh normal manusia dewasa kebanyakan,akhirnya berhasil dikeluarkan.Atami bisa melihat sedikit kelelahan di wajah pramugara itu.
Dan begitu tas itu telah berada di tangannya,berulang kali atami membungkukkan badannya.Hingga tanpa sadar,atami menabrak pintu keluar menuju tangga bawah penurunan.beberapa pramugarai lainnya terkikik.Atami jadi salah tingkah.Sementara pramugara yang tadi menolongnya hanya melihatnya bingung.
Atami mengosok bagian depan dahinya.Lumayan sakit juga.Gara-gara liatin pramugara cakep c,..untuk standar mata orang indonesia,lumayan bangettt...!!!.Atami berteriak dan meloncat kesil.Setidaknya,beberapa waktu ke depan dia bakal ketemu cowok yang serupa.Tipe idealnya,mata sipit,kulit putih,kalau senyum,senyum manisnya beradu dengan segaris tipis garis mata yang nyaris lenyap.
Belum sempat,atami mikir lebih jauh lagi, tiba-tiba...
“Owc,God !!! Apa ini ??”
Kali ini atami berteriak nyaris bergema,membuat beberapa pramugari dan awak pesawat yang berada di dalam langsung melongok ke luar.Dan terhalang dengan tubuh atami yang masih berdiri di depan pintu keluar.Berbatasan dengan anak tangga pertama menuju bawah.
Beberapa pramugari saling bertanya di antara mereka sendiri dengan bahasa korea yang gak begitu dimengerti ata.
“Oh god,gimana gue bisa nyari pintu keluar ??’
Atami bertanya ke dirinya sendiri.Apa yang dilihatnya tentu saja bikin dia kaget.Sejauh mata memandang,yang ada hanya kesenyapan berbalut dengan kebingungan karena saking banyaknya pintu.Dan semuanya dalam hangul !.
Tuh kan,benar saja dugaan ata.Jelas untuk langsung bisa mempelajari pembacaan tulisan kanji korea itu,gak sekarang.Tapi,tunggu dulu..
Atami segera merogoh saku jaket nya,dan..
Ugh,ketinggalan lagi dalam bagasi.
Atami segera menoleh ke belakang,beberapa pramugara masih ada di sana.Tapi..
Atami akhirnya memutuskan untuk tidak merepotkan pramugara-pramugara itu.Bisa bad image,apalagi sebagai WNA jelas ata nunjukkin banget dari mana dia berasal.Cukup aja deh kejedot pintu tadu,jangan yang lain lagi,pikir atami.
Ata akhirnya memutuskan untuk turun dari pesawat,dan mencoba dengan jalan sendiri berusaha keras mencari pintu mana yang berkemungkinan besar yang menunjukkan jalan menuju di mana ia harus ke luar dan mencari tempat pengambilan bagasi.
“Duh,gelap lagi...anybody here ?”
Atami terus berjalan,mencari seseorang yang bisa dia tanyai.Lapangan terbang incheon secara garis besar berformat sama dengan soekarno-hatta cengkareng,di mana jarak antara pesawat mendarat dengan gerbang utama pemeriksaan tiket penupang harus melewati sekian lorong-lorong.Dalam hati,atami jadi nyesel,kenapa juga dia harus pake acara berlama-lama,jadi penumpang terakhir yang turun.Dan dia pun memandang nelangsa pada backpacknya yang kini terasa keberatan digendongnya.Semua gara-gara benda itu!.Coba saja,atami menuruti perintah ibunya untuk memutuskan membawa koper mini dibandingkan tas gunung yang emang benar-benar menggunung ini.
Atami memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya lagi.Semuanya terlihat lenggang.Tak ada siapapun yang berada di sana.Sekalipun mesin pembawa tumpukan bagasi dari pesawat.Apa mungkin karena ini adalah penerbangan terakhir,batin atami.
Ah sudahlah,toh sekarang,yang terpenting bagaimana caranya agar atami segera mendapatkan sedikit tulisan dalam bahasa latin yang bisa jadi clue agar atami bisa segera keluar,dan menemukan sedikit keramaian.
Baru beberapa langkah mendekati satu pintu yang sebenarnya atami tidak terlalu begitu yakin apakah benar ini pintu yang dia maksud,suara sunyi yang sedari tadi menggema,tiba-tiba terpecahkan oleh langkah sepatu yang berdetak dan itu ternyata menuju ke arahnya !.
Atami menoleh,dan betapa kagetnya dia..sesosok bermantel hitam,dengan topi hitam yang hampir menutupi separuh horizontal wajahnya tampak berlari-lari kecil ke arahnya.
Oh tidak,siapa itu ?
Beberapa pikiran melayang-layang di benaknya.Apa bisa jadi itu seperti film-film action yang sering dia tonton ?? Seorang agent yang sebenarnya dari tadi memburunya,dan ingin mengambil beberapa informasi terkait sesuatu top secret pada dirinya ??
Atami berusaha menghilangkan pikiran macam-macam di dalam benaknya dengan cara memejamkan berkali-kali kedua matanya,berharap bahwa apa yang dilihatnya adalah sebuah kekeliruan mata minus 2 nya.Tapi,semakin dilihat,benar saja..tidak salah !.
Kengerian mendera sangat.Tidak bisa dibayangkan bahwa di kedatangan pertamanya di korea akan disambut dengan hal yang sebegini menegangkannya.
Apa lari saja ?? Tapi lari ke mana ?
Bagaimana kalau pintu yang dibelakangnya ini adalah pintu menuju tempat yang salah,yang tak berhujung alias pintu yang gak tembus ??
Atami menutup wajahnya dengan kedua tangannya.Tapi langkah sosok hitam itu semakin mendekat.Langkah kakinya makin terdengar keras,beradu dengan ketakutan sangat dari atami.Apalagi dari balik jari-jari tangannya,atami melihat sosok itu memasukkan tangan kanannya ke dalam balik mantel sebelah kiri.
What ?? Apa dia pengen narik pistol!.Oh,no...i’m just ordinary people,sir! Batin atami.
Baru saja hendak berteriak,dan tepat sesuatu dikeluarkan dari dalam mantelnya,dan diarahkan pada atami ditengah kegelapan dan sedikit remang-remang dari bawah sinar bulan yang menerangi,sebuah kilauan lampu tiba-tiba menyala,menyilaukan mata,beradu dengan sebuah teriakan kencang.
“NG! NG !”
Atami membuka matanya.Merasakan wajahnya yang menegang,dan menyadari bahwa sesuatu bisa saja keliru.Atau ada tim keamanan yang berhasil menyadari posisi gentingnya ?
Tapi,begitu dibukanya...
Beberapa orang,lebih dari sepuluh ,ternyata telah berdiri di hadapannya.Dengan tampang keheranan mengamati atami dari ujung rambut hingga mata kaki.
Beberapa lampu sorot dinyalakan dan semuanya mengarah padanya,
Atami bengong,belum menyadari apa yang sekarang tengah di alaminya.
Sesosok hitam yang dari tadi berlari menuju ke arahnya,berhenti tepat tidak jauh dari arahnya.Menyorotkan lampu senter ke arahnya.
“What happened this ??”
Seorang pria dengan suara lantang,tengah memegang mikrofon besar bangkit dari tempat duduknya.Di hadapan beberapa payung lampu hitam yang tengah disanggah oleh beberapa orang.
Tahulah atami apa yang sebenarnya sekarang terjadi,
“Mianhamnida,sir.I got the wrong person.she is not kim seoun ah”
Entah siapa nama yang baru saja didengar atami.Yang jelas,dia sampai gak habis pikir,bagaimana bisa dia tersesat ke dalam lokasi yang tak lain adalah tempat berlangsungnya sebuah pengambilan gambar,alias lokasi syuting !.
Laki-laki bermata sipit,dengan pakaian casual,kaos dan celana selutut serta sebuah ikat kepala putih memberi clue tahulah siapa laki-laki ini di sini pikir atami.
Ada tampak kekesalan ditangkap dari wajahnya.Laki-laki itu membuang mukanya ke sisi lain,tapi setelah beberapa detik kemudian mengalihkan pandangannya ke arah atami.
“Who are you,miss ?”
Dia bertanya pada atami,membuatnya kaget.Atami menunjuk wajahnya dengan telunjuk,meminta penegasan apakah benar dirinyalah yang baru saja diajukan pertanyaan.
“there’s anybody except you here now,u know”
Atami kaget karena pertanyaannya barusan.Gila d nih orang,main bentak-bentak aja.
Laki-laki bermantel hitam,yang dari tadi dikiranya penjahat,tiba-tiba mengalihkan percakapan sebelum atami menjelaskan sesuatu..
“Look at there,sir.That is the real plane for us,the shoot outfit.Not this”
Laki-laki itu menunjuk ke sebuah pesawat yang ternyata sama miripnya dengan pesawat yang baru saja ditumpangi atami.Hanya beda no pesawat.
Pantes saja,lo pada salah orang !.
Atami nyaris terkikik pelan kalau saja dia tidak ingat dengan siapa sekarang ia sekarang berada.Sontak,kumpulan orang-orang yang berdiri “diam-diam” sedari tadi dalam kegelapan di hadapannya,dengan langkah sigap segera memindahkan beberapa perlengkapan ke tempat yang berbeda,searah dengan pesawat yang sebenarnya akan mereka pakai sebagai peralatan syuting.
Dan benar saja,tanpa atami sadari,ternyata beberapa kamera gantung besar ikut digerakkan menuju tempat yang sama.Berarti dari tadi orang-orang ini mengambil gambarnya,disangkanya salah satu pemain film yang tengah beradegan turun dari pesawat ?? batin atami.
Lagi-lagi tepat dugaan atami,seorang wanita berambut panjang keluar dari pesawat yang hampir sama dengan penerbangan KE628 nya.Menatap ke arahnya dan tersenyum.Menyadari bahwa sebuah adegan yang dimkasud telah dilakukan oleh orang yang berbeda,yakni atami.
Atami sendiri kali ini memilih untuk tertawa tergelak,membuat beberapa orang menoleh ke arahnya.Termasuk laki-laki bermata sipit yang sedari tadi terlihat marah-marah pada sekitar.
“Mian...” bergegas atami membungkukkan badannya.daripada sesuatu yang lebih rumit lagi terjadi padanya,
Laki-laki bermata sipit itu akhirnya berlalu meninggalkannya tanpa sepatah kata balasan pun terucap.
Atami melengos.Beginikah sebenarnya orang korea itu ?tak seramah seperti yang dibayangkannya ?
Ughf,
“I’m sorry miss..for the mistake”
Laki-laki bermantel gelap itu seperti membaca pikiran atami barusan.Ata membalas bungkukan itu.
Baru saja ia memilih untuk melangkah,sebuah ide melintas di benaknya.
“Excuse me,sir..”
Laki-laki yang disapa itu menoleh.
“Ne..”
“How can i get the exit door here ?”
Tanya ata sopan.
Laki-laki itu tersenyum.
“You can get it there...”
Tunjuknya pada pintu yang terletak bersebelahan dengan pintu dihadapannya.Dan malunya ata,begitu dibacanya sebuah tulisan besar berwarna hitam di atas papan kuning menyala bertuliskan EXIT dengan sebuah ikon lengkap dengan tulisan hangul di atasnya.
Atami nyengir.menyadari kebodohan yang baru saja dilakukannya.
Laki-laki dengan tinggi kira-kira 180 cm itu pun ikut tersenyum.Detik selanjutnya berjalan menjauh meninggalkan atami.
Ketika berjalan pergi,beberapa orang,satu dua tiga kira-kira berjalan mendekatinya.Satu membawa sebuah satu sett baju tergantung dengan tulisan wardrobe,kemudian memilah-memilih di antara beberapa gantung pakaian,lantas mengambil satu dari antara sekian itu.
Sementara yang lainyya tampak tergesa-gesa mengeluarkan sesuatu dari balik tas pinggang yang ternyata berisi beberapa peralatan make up.Dengan telaten,diusapkannya sebuah kuas pembersih pada wajah laki-laki yang baru saja meninggalkan atami.Atami bengong sesaat.Ternyata ia salah lagi,dikiranya laki-laki itu adlah satu dari sekian kru film yang bertugas mengatur beberapa setting serta peralatan di lapangan.
Laki-laki itu melepaskan mantel panjang hitam yang sedari tadi digunakannya.Tampak sebuah kemeja putih panjang yang kemudian digulungnya hingga siku,yang semakin memperkuat bahwa dialah aktor sebenarnya pada syuting kali ini.
Laki-laki itu menoleh sesaat.Membuka topi petsnya,dan tampaklah seluruh ruas wajahnya.
Laki-laki itu tersenyum pada atami sesaat.Dan kemudian berbalik menuju kerumunan orang yang telah menunggunya dengan sorot lampu kamera yang sudah siap merekam aksi dan wajahnya.
Atami merasa de javu.Sepertinya sosok laki-laki itu tak begitu asing dalam penglihatannya.Tubuh tingginya yang menjulang,badan tegap,mata besar tak khas dibandingkan orang-orang pribumi korea kebanyakan,serta yang pastinya...senyum khas itu !.
Ya,ata jadi ingat.Dia jadi ingat dengan orang-orang semodel serupa yang sering di temuinya di indonesa.Orang-orang yang juga kerap ditemuinya dalam keseharian yang sama seperti kerumunan orang-orang ini barusan.Lokasi syuting,sorot lampu penyinar,serta kamera-kamera yang beradu dengan teriakan sutradara memberi aba-aba CUT serta ACTION adalah hal yang baru saja ditinggalkan atami,dan kini membuatnya miss,padahal belum genap setengah hari dia meninggalkan indonesia.Lokasi Syuting !.
Dan ditambah begitu melihat laki-laki “mantel hitam” itu barusan,atami jadi langsung teringat dengan cakepnya orang indonesia,aktor-aktor sinetron stripping yang tiap hari diurisinya!.
Ata jadi ngerasa kangen.
Atami segera maninggalkan tempat tersebut,dan berjalan menuju pintu EXIT yang ditujukan laki-laki yang di kursinya bertuliskan_CHOI MINHO, Director Assistant & Actor_itu
***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar